STTA Yogyakarta STT Adisutjipto

LABORATURIUM TERPADU BUAT STTA

Laboratorium TerpaduSekolah Tinggi Teknologi Adisutjipto (STTA), baru-baru ini telah menerima sebuah gedung Laboraturium Terpadu dari penyelenggara pendidikan STTA yaitu Yayasan TNI AU Adi Upaya (Yasau). Secara simbolis kunci gedung diserahkan oleh Ketua Badan Pelaksana Harian Yasau Marsekal Muda (Pur) Soleh Trijoko SIP, kepada Ketua STTA Marsekal Pertama (Pur) Ir, Suyitmadi, M.T. Gedung Laboraturium yang dibangun dengan dua lantai seluas 1200 meter persegi tersebut, berlokasi di Kampus Terpadu STTA dan menghabiskan biaya sekitar 2 milyard rupiah. Dengan adanya tambahan gedung laboraturium tersebut, telah meningkatkan kapasitas pelayanan STTA khususnya yang berhubungan dengan kegiatan praktikum mahasiswa. Penambahan gedung laboraturium telah menjadi prioritas utama dalam pembangunan infrastruktur di STTA, mengingat dalam dua tahun terakhir STTA banyak memperoleh peralatan sebagai hasil hibah baik melalui Program Hibah Kompetisi (competition based funding) yang diselenggarakan oleh Ditjen Dikti. Disamping itu berbagai peralatan laboraturium juga diperoleh dari TNI AU dalam bentuk pesawat terbang dan komponen pesawat antara lain mesin pesawat terbang. Dengan demikian kekurangan ruang laboraturrium untuk sementara telah teratasi dengan telah diserahkannya gedung laboraturium terpadu STTA.

Dengan usianya yang relative sangat muda, STTA tercatat sebagai institusi pendidikan yang banyak menerima hibah kompetisi dari Ditjen Dikti. STTA yang barn mulai beroperasi tahun 2002, selama dua tahun terakhir telah menerima 6 jenis hibah kompetisi, yang salah satunya adalah Hibah Kompetisi Institusi. Program Hibah Kompetisi Institusi (PHKI) merupakan hibah yang sangat bergengsi dan banyak perguruan tinggi yang ingin mendapatkannya. Proses seleksi untuk menuju kemenangan berlangsung secara ketat dan berlapis. Terbukti bahwa pada akhir proses seleksi hanya tercatat 31 perguruan tinggi yang terdiri dari PTN daan PTS yang dinyatakan sebagai pemenang PHK I tahun 2008. Salah satu dari 31 perguruan tinggi pemenang tersebut adalah STTA. Demikian penjelasan Ketua STTA sesaat setelah acara resmi penyerahan.

Sementara itu Kepala Humas STTA Muhammad Yusuf ST, mengatakan bahwa STTA yang telah mewisuda lulusan angkatan pertama bulan Oktober 2007, ternyata para alumninya telah banyak terserap di pasar kerja. Khusus di bidang penerbangan, bahwa dalam rangka regenerasi SDM dalam 3 tahun ke depan diperlukan lebih dari 800 tenaga kerja. Di sisi lain perguruan tinggi penyelenggara program studi teknik penerbangan masih sangat sedikit. Program studi Teknik Penerbangan untuk SI di seluruh Indonesia hanya diselenggarakan oleh 5 perguruan tinggi, yaitu ITB, Unnur Bandung, Unsurya Jakarta, STT Dirgantara Makasar, dan STTA Yogyakarta. Jumlah total mahasiswa program studi Teknik Penerbangan SI yang belajar di 5 perguruan tinggi tersebut menurut catatan Dikti sampai semester genap Tahun Akademi 2006/2007 sebanyak 1103 mahasiswa, dan sebanyak 585 mahasiswa dari jumlah tersebut memilih kuliah di STTA. Oleh karena itu kapasitas STTA untuk program studi Teknik Penerbangan yang hanya berdaya tampung maksimum 140 mahasiswa, selalui dipenuhi secara cepat pada setiap penerimaan mahasiswa baru.

Kegiatan Wasrik Itjen AU di STTA

2010-07-20
Kegiatan Wasrik Itjen AU di Kampus STTA merupakan kunjungan rutin dalam rangka audit program kerja serta pengawasan administrasi dan keuangan STTA per »

STTA LOLOS PROPOSAL LENGKAP PHK INSTITUSI DIKTI TEMA B

2010-07-16
Sejak mulai beroperasi pada tahun 2002, STTA telah tujuh kali memenangkan program hibah kompetisi(PHK) dari DIKTI »

STTA IKUTI KOMPETISI ROKET INDONESIA (KORINDO)

2010-07-05
Tim Roket STTA dinyatakan lolos seleksi tahap I oleh Direktur Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Dirjen DIKTI »

                   Selengkapnya »